简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Perbedaan Narasi Negosiasi AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz Masih Penuh Ketidakpastian
Ikhtisar:【Gambar 1: Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran】Amerika Serikat dan Iran kembali menyampaikan narasi yang berbeda terkait status negosiasi, sementara prospek pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum j

【Gambar 1: Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran】
Amerika Serikat dan Iran kembali menyampaikan narasi yang berbeda terkait status negosiasi, sementara prospek pembukaan kembali Selat Hormuz masih belum jelas. Pada 9 November, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang "menangani isu Iran secara hati-hati dan tidak mencolok". Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung antara kedua negara dan seluruh komunikasi hanya dilakukan melalui pihak ketiga. Kedua belah pihak sama-sama tidak mengakui kegagalan perundingan, namun juga belum dapat menunjukkan adanya kemajuan yang nyata.
Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam dunia. Sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat pada akhir Februari tahun ini, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut sebagian besar terganggu, sehingga mendorong volatilitas harga minyak. Pekan lalu, harga minyak Brent ditutup di atas US$83 per barel, mencerminkan harapan pasar terhadap perkembangan diplomatik.
Trump menyatakan bahwa AS masih mengamati kondisi ekonomi Iran yang tengah menghadapi inflasi tinggi dan tekanan pendanaan. Ia menilai tekanan ekonomi melalui blokade maritim akan lebih efektif dibandingkan melancarkan operasi militer berskala besar.
Di sisi lain, Iran menegaskan negosiasi hanya dapat dilanjutkan apabila Amerika Serikat menghentikan pelanggaran terhadap nota kesepahaman sebelumnya dan mengambil langkah perbaikan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Zolghadr, mengajukan enam syarat utama untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian ancaman terhadap Iran, pencabutan blokade maritim, penarikan pasukan, kompensasi perang, pencabutan seluruh sanksi, serta pembebasan seluruh aset Iran yang dibekukan. Persyaratan tersebut dinilai sangat sulit dipenuhi dalam waktu dekat.
Sementara itu, pembahasan teknis antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran baru di Selat Hormuz dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Berdasarkan rencana tersebut, jalur kapal masuk akan berada di sisi Iran, sedangkan jalur keluar berada di sisi Oman, dengan Iran bertanggung jawab mengawasi kapal yang memasuki selat. Namun, Teheran tetap melarang kapal perang Angkatan Laut AS melintasi kawasan tersebut, sementara Washington menegaskan tidak akan menerima pembatasan pelayaran maupun pungutan biaya transit yang diberlakukan Iran.
Pada hari yang sama, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang fasilitas Saudi Aramco di Jizan, menunjukkan bahwa risiko meluasnya konflik regional masih tinggi. Di dalam militer AS sendiri juga muncul kekhawatiran bahwa serangan udara saja sulit mencapai seluruh target strategis, sementara persediaan rudal pencegat terus berkurang.
Perbedaan sikap antara Washington dan Teheran mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan di antara kedua pihak. Dalam jangka pendek, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan negosiasi dan kondisi lalu lintas di Selat Hormuz. Dalam jangka menengah hingga panjang, stabilitas pasar energi hanya dapat tercapai apabila kedua negara berhasil mencapai kesepakatan yang dapat dijalankan terkait pencabutan blokade, isu nuklir, serta kompensasi perang. Selama diplomasi masih berjalan beriringan dengan tekanan militer, volatilitas pasar energi global diperkirakan akan tetap tinggi.
Peringatan Risiko: Pandangan, analisis, riset, proyeksi harga, maupun informasi di atas hanya bertujuan sebagai komentar umum mengenai kondisi pasar dan tidak mencerminkan posisi resmi platform. Informasi ini bukan merupakan saran investasi. Investor bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan investasi yang diambil dan disarankan mempertimbangkan profil risikonya sebelum melakukan transaksi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










