简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Nonfarm Payrolls Trigger Bull Rally as Chip Stocks Power Sixth Straight Weekly Gain
Ikhtisar:Tinjauan PasarData ketenagakerjaan nonfarm payroll AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan kembali membakar sentimen risk-on di pasar global. Saham semikonduktor menjadi motor utama reli, mendorong ind
Tinjauan Pasar
Data ketenagakerjaan nonfarm payroll AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan kembali membakar sentimen risk-on di pasar global. Saham semikonduktor menjadi motor utama reli, mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan selama enam minggu berturut-turut, sekaligus menandai reli terpanjang dalam satu setengah tahun terakhir.
Meski sempat muncul kabar mengenai potensi meredanya konflik antara AS dan Iran pada awal sesi, momentum bullish tetap mendominasi. Arus dana terus mengalir deras ke sektor semikonduktor dan saham bertema pertumbuhan tinggi. Namun pada awal perdagangan Asia hari Senin, sentimen mulai sedikit mendingin, dengan futures saham AS dan logam mulia mengalami koreksi terbatas, sementara harga minyak kembali melonjak akibat kekhawatiran geopolitik.
Performa Aset Beragam
■ Saham Semikonduktor dan Teknologi:
Indeks chip melonjak 5,5% dalam sehari dan kembali mencetak rekor tertinggi bersama indeks utama Wall Street. Saham Intel melesat 14% setelah muncul laporan bahwa perusahaan memperoleh kesepakatan awal manufaktur chip perangkat Apple. Micron Technology naik lebih dari 15%, sementara AMD melonjak total 26% selama pekan laporan keuangan. Selain itu, Rocket Lab terbang 34% setelah memenangkan kontrak besar proyek “Golden Dome”. Sebaliknya, CoreWeave anjlok lebih dari 10% akibat panduan bisnis yang mengecewakan, mencerminkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap penurunan prospek laba.
■ Energi dan Komoditas:
Harga minyak berhasil memutus tren penurunan tiga hari setelah konflik AS-Iran tetap terkendali, meskipun secara mingguan masih turun lebih dari 6%. Pada awal sesi Asia Senin, harga minyak kembali melonjak hampir 3% akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Di pasar komoditas, emas dan perak mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut, sementara tembaga New York melonjak hampir 2% dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa. Namun, emas dan perak sempat mengalami aksi ambil untung pada awal sesi Asia.
■ Pasar Obligasi dan Valuta Asing:
Setelah rilis data nonfarm payroll, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun sempat melonjak sebelum berbalik turun dengan cepat. Indeks dolar AS yang sebelumnya menguat karena sentimen geopolitik akhirnya berbalik melemah. Sementara itu, yuan offshore menunjukkan penguatan signifikan dengan menembus level 6,80 terhadap dolar AS selama dua hari berturut-turut, sekaligus mencetak level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
■ Kripto dan Pergerakan Pasar Asia:
Bitcoin berhasil kembali menembus level USD 80.000 dan rebound lebih dari 1% dari titik terendah harian, menunjukkan kuatnya minat beli di area bawah. Di sisi lain, pasar Asia bergerak relatif lebih lemah, dengan indeks ChiNext dan Hang Seng sama-sama ditutup melemah. Saham chip dan semikonduktor mengalami aksi profit taking, sementara dana mulai beralih ke saham bertema robotika. Mayoritas saham teknologi internet berada dalam tekanan, meskipun Kuaishou melonjak lebih dari 9% melawan tren pasar.
Sorotan Utama
● Nonfarm Payroll AS April Bertambah 115 Ribu, Jauh Lampaui Ekspektasi
Amerika Serikat mencatat penambahan tenaga kerja nonfarm payroll sebanyak 115 ribu pada April, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 65 ribu. Ini menjadi laju pertumbuhan terkuat dalam hampir satu tahun terakhir. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%, sementara pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,6%, membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.
Meski tingkat pengangguran luas naik ke 8,2% dan partisipasi angkatan kerja menurun, ketahanan data tenaga kerja memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan sikap wait-and-see terhadap tekanan inflasi yang dipicu konflik Iran. Dengan demikian, urgensi pemangkasan suku bunga dalam jangka pendek kembali menurun.
● Kepercayaan Konsumen AS Turun ke Rekor Terendah Dua Bulan Berturut-turut
Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan periode awal Mei turun dari 49,8 pada April menjadi 48,2, level terendah sepanjang sejarah dan lebih buruk dari ekspektasi pasar. Penilaian kondisi keuangan pribadi juga merosot ke level terlemah sejak 2009.
Di saat yang sama, ekspektasi inflasi konsumen tetap tinggi. Proyeksi kenaikan harga untuk satu tahun ke depan berada di 4,5%, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang lima hingga sepuluh tahun mencapai 3,4%. Direktur survei menyebut sekitar sepertiga responden menyoroti harga bensin, sementara sepertiga lainnya menyinggung isu tarif perdagangan.
Fokus Pasar (GMT+8)
22:00 WIB | US Existing Home Sales April (Annualized)
Penjualan Rumah Existing AS Bulan April (Tahunan)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
