简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Aliran Modal Masih Berlangsung, Fase Kenaikan Akhir Belum Tiba
Ikhtisar:Pada Jumat lalu, Bank of Japan menggelar rapat kebijakan moneternya. Setelah ketidakpastian pasar mereda, pasangan USD/JPY terus melemah hingga menembus level 157. Pelemahan yen ini menunjukkan bahwa
Pada Jumat lalu, Bank of Japan menggelar rapat kebijakan moneternya. Setelah ketidakpastian pasar mereda, pasangan USD/JPY terus melemah hingga menembus level 157. Pelemahan yen ini menunjukkan bahwa reli aliran modal belum berakhir. Justru setelah keputusan suku bunga diumumkan, pasar modal memasuki fase “celebration rally”, yang mendorong kenaikan serentak pada Bitcoin, pasar saham, dan emas.
Seiring depresiasi yen yang semakin cepat, Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi nilai tukar saat ini. Ia menegaskan bahwa dalam beberapa jam terakhir telah terjadi pergerakan satu arah yang tajam. Berdasarkan pernyataan bersama AS–Jepang yang ditandatangani pada September lalu, intervensi hanya akan dilakukan untuk merespons volatilitas yang berlebihan.
Pergerakan yen juga mencerminkan bahwa pasar saat ini lebih condong ke arah spekulasi. Kami menilai kondisi ini bersifat bullish dalam jangka pendek namun bearish dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, aliran modal terlihat mengalir ke berbagai kelas aset. Namun demikian, Indeks Fear & Greed masih berada di zona netral, menandakan bahwa sentimen spekulatif belum memasuki fase overheating. Hal ini menunjukkan probabilitas pembalikan tren ke bawah dalam waktu dekat relatif rendah, sehingga sikap investor terhadap berbagai aset masih dapat dipertahankan secara konstruktif.
(Grafik 1: Indeks Fear & Greed CNN | Sumber: CNN)
Selanjutnya, laporan terbaru dari University of Michigan yang dirilis Jumat lalu menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen terhadap masa depan mengalami penurunan. Namun, karena tingkat harga secara absolut masih berada pada level tinggi, rasa frustrasi masyarakat belum sepenuhnya mereda. Dengan kata lain, meskipun ekspektasi inflasi menurun, tekanan biaya hidup tetap terasa signifikan.
Perlu dicatat bahwa sentimen konsumen bukanlah indikator leading, melainkan lebih bersifat lagging. Emosi konsumen cenderung mencerminkan kondisi ekonomi yang telah terjadi, bukan prediksi terhadap masa depan.
Satu-satunya sinyal ke depan yang dapat ditarik dari laporan kepercayaan konsumen adalah potensi penurunan belanja masyarakat.
Kami menilai bahwa semakin besar penghematan yang dilakukan saat ini, semakin besar pula potensi peningkatan pendapatan disposabel di masa depan. Ekspektasi terhadap datangnya fase kenaikan akhir atau masuknya pasar ke tahap euforia investasi kemungkinan besar akan dipicu oleh optimisme konsumen yang meluas. Oleh karena itu, laporan ini sebaiknya dianalisis dari sudut pandang yang lebih netral, sekaligus sebagai alat kewaspadaan terhadap risiko resesi pasca fase euforia.
(Grafik 2: Ekspektasi Inflasi Konsumen | Sumber: University of Michigan)Analisis Teknikal Emas
Harga emas mendapat dukungan dari pelemahan yen yang berkelanjutan, mendorong harga untuk terus menguat. Saat ini, emas telah keluar dari fase konsolidasi sideways dan kembali menembus level tertinggi sebelumnya, dengan area tekanan utama berada di sekitar 4381.
Dari sisi indikator MACD, pergerakan harga jangka pendek berhasil menembus high sebelumnya dan mengonfirmasi hilangnya divergensi. Seiring kenaikan harga emas, MACD berbalik dari bawah garis nol ke area positif. Dari perspektif teknikal, bias pasar pada Jumat lalu seharusnya telah bergeser dari posisi short ke strategi long, dengan probabilitas kelanjutan kenaikan intraday yang relatif tinggi.
Dengan menggunakan kembali proyeksi Fibonacci extension, target 1.618 berada di kisaran 4430.
Dalam kondisi saat ini, strategi perdagangan disarankan tetap fleksibel antara long dan short. Untuk perdagangan intraday, fokus utama adalah kekuatan support di area 4381. Selama harga bertahan di atas level tersebut, posisi long ringan masih dapat dipertimbangkan.
Pada kerangka waktu per jam, area 4360 menjadi garis pemisah utama antara bullish dan bearish. Penembusan ke bawah 4360 akan meningkatkan risiko false breakout secara signifikan.
Support
- SUP1: 4264
Resistance
- Resistance 1: 4381
- Resistance 2: 4430
Peringatan Risiko:
Pandangan, analisis, penelitian, harga, atau data lainnya yang disajikan di atas hanya bersifat komentar pasar secara umum dan tidak mencerminkan posisi resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko masing-masing. Harap melakukan transaksi dengan penuh kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
